|
PAHLAWAN ACEH - Aceh's Hero
Aceh adalah sebuah bangsa yang sangat gigih dalam
mempertahankan kemerdekaannya. Kegigihan ini dapat dilihat dan dibuktikan oleh sejumlah Pahlawan (baik pria
maupun wanita), serta bukti-bukti lainnya, diantaranya sembilan jenderal
Belanda tewas dalam perang Aceh, serta kuburan Kerkhoff yang
pernah mencatat rekor sebagai kuburan Belanda terluas di luar
Negeri Belanda. Diantara para pahlawan Aceh tersebut adalah sbb:
Sultan Iskandar Muda |
Teuku Umar |
Panglima Polem |
Teuku Nyak Arief |
Teungku Fakinah |
Teungku Chik Ditiro |
Teuku Chik Di Tunong
##
Perempuan Pejuang Aceh:
Ratu Nihrasiyah |
Laksamana Keumalahayati |
Laksamana Leurah Ganti dan Laksamana Muda Tjut Meurah Inseuen |
Divisi Kemala Cahaya |
Ratu Safiatuddin |
Sri Ratu Nur Alam Nakiatuddin Syah |
Sri Ratu Inayat Syah Zakiatuddin Syah |
Ratu Kumala Syah |
Cut Nyak Dhien |
Cut Nyak Meutia |
Pocut Baren |
Pocut Meurah Intan
Sri Ratu Inayat Syah Zakiatuddin Syah
Diangkat menggantikan Ratu Nakiatuddin. Ia dikatakan sebagai seorang ratu yang bijak dan berpengetahuan luas dalam
berbagai bidang. Ia bahkan menguasai bahasa Arab, Persia, Urdu, Spanyol dan Belanda yang dipelajarinya dari seorang
perempuan Belanda yang bekerja di kraton Daud Dunia sebagai Sekretaris Sultanah. Kaum Wujudiah penentang sultan
perempuan mulai kembali menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap kekuasaan Ratu Zakiatuddin. Mereka mengadu ke
Syarif di Mekah yang lantas mengirim utusan ke Aceh. Utusan tersebut kagum melihat kemakmuran Banda Aceh sebagai
kota internasional. Ratu Zakiatuddin memerintah 10 tahun lamanya sampai ia wafat pada 3 Oktober 1688.
Referensi: http://www.kalyanamitra.or.id/kalyanamedia/2/1/kronik2.htm
|